Tuesday, November 19, 2013

[RUMOR] Spesifikasi Nikon D610 Bocor Di Internet

By Fany putraa | At 2:29 AM | Label : | 2 Comments
Sejak diperkenalkan Nikon D600 cukup menyedotkan perhatian dari kalangan penggiat fotografi. Tidak heran mengingat ini adalah DSLR pertama dari Nikon yang menggabungkan sebuah sensor Full Frame dalam sebuah kamera dengan harga yang lebih terjangkau. Sebuah kombinasi yang telah ditunggu lama oleh banyak pihak.

Jika memang kamera yang satu ini memiliki penerus apa yang kira-kira akan ditambahkan pada sebuah kamera yang sepertinya sudah sempurna bagi banyak orang? Mulailah rumor berterbangan di dunia maya mengenai kamera yang dinamakan D610. Apakah kamera ini sesuatu yang berbeda ataukah sekedar upgrade beberapa fitur dari kamera pendahulunya?

Nikon D610

Berdasarkan salah satu website rumor khusus Nikon bahwa spesifikasi dari Nikon D610 antara lain adalah:
  • 24.3 MP Full Frame Sensor
  • ISO Range 100-6400
  • 39 AF Points dengan 9 cross type
  • 100% viewfinder coverage
  • HD Video recording
  • 3.2 inch LCD Screen
  • Dimensi : 141 x 113 x82 mm
Jika kita cermati spesifikasi diatas terlihat bahwa D610 memiliki “jeroan” yang identik dengan pendahulunya. Lalu apa peningkatan yang ditawarkan oleh kamera ini? Jika secara spesifikasi tidak terlihat peningkatan yang berarti, kemungkinan besar perubahan terjadi pada peningkatan pada konstruksi kamera itu sendiri.
Ada pula rumor yang menyebutkan bahwa D610 “hanyalah” sebuah D600 yang diperbaiki masalah noda sensornya. Memang masalah sensor ini sempat menjadi masalah besar yang menjangkiti banyak D600. Apakah Nikon D610 hanya sebuah model yang diperkenalkan untuk menutupi masalah model terdahulu? Sebelum kamera ini diluncurkan semua hanya bisa berspekulasi mengenai mengapa Nikon D610 diperkenalkan.

Sumber : Jagat Review

Sunday, September 29, 2013

Lensa SIGMA 35mm f/1.4 Murah Dengan Koneksi USB

By Fany putraa | At 7:40 AM | Label : , | 0 Comments
Lensa 35mm fixed dengan diafragma f/1.4 merupakan salah satu lensa idaman seorang photographer. Tetapi harga yang kadang menjadi penghalang untuk memiliki lensa jenis ini. Sigma sebagai salah satu produsen lensa ternama memperkenalkan lensa 35mm f/1.4 DG HSM dengan harga yang cukup jauh dibandingkan kompetitornya. Apa yang istimewa dari lensa ini? Mari kita lihat bersama!


Focal length 35mm bisa dikatakan salah satu yang populer diluar 50mm dan 85mm pada lensa fixed. Tentunya lensa macam ini hampir selalu memiliki diafragma yang cukup besar seperti f/1.4 dan f/1.8. Sayangny ketika kedua faktor diatas digabungkan maka harga lensa pun hampir tak mungkin murah. Sebagai contoh, sebuah lensa Nikon dengan tipe AF-S f/1.4G N harus ditebus dengan dana kurang lebih Rp. 18.8 juta sedangkan versi Canon dari lensa tipe tersebut yaitu EF 35mm f/1.4L USM dihargai sebesar Rp. 13 juta.
Dengan tujuan untuk membuat lensa 35m f/1.4 menjadi terjangkau, maka Sigma memperkenalkan produk terbarunya yaitu 35mm f/1.4 DG HSM. Bagi yang kurang familiar dengan akronim tipe lensa yang digunakan oleh Sigma, DG menandakan bahwa lensa ini dapat digunakan pada DSLR full frame  dan cropped sensor, sedangkan HSM menandakan bahwa lensa memiliki ultrasonic motor didalamnya sehingga autofocus bisa bergerak lebih cepat dan hening.
Lensa dibuat dengan matte finish agar lebih elegan, menggunakan low dispersion element dan multi layer flare reducing coating. Ditambah dengan diafragma dengan 9 bilah untuk menghasilkan bokeh yang lebih halus. Produk Sigma ini hadir bagi DSLR yang menggunakan mounting dari Nikon, Canon, Sony, Pentax dan tentunya Sigma.
Yang membuat lensa ingin sangat menggiurkan adalah harganya. Jika kompetitornya menjual produk mereka diatas angka Rp. 10 juta maka produk Sigma hanya perlu ditebus sebesar US $899 (kurang lebih Rp. 8.7 juta).
Tetapi ada hal yang lebih menarik selain dari harga lensa ini. Sigma menyediakan sebuah USB dock (dijual terpisah) untuk menghubungkan lensa ke sebuah komputer:




Dengan menggunakan sebuah program yang dinamakan SIGMA Optimization Pro, Anda dapat melakukan pengaturan seperti mengupdate firmware, mengatur fokus atau mengatur parameter-parameter lainnya sesuai kebutuhan Anda. Keren bukan !!

Lensa ini merupakan lensa pertama yang menawarkan konektivitas USB. Semua lensa produksi Sigma berikutnya yang dikeluarkan berdasarkan SIGMA Global Vision Line akan menganut fitur ini.
Dengan dukungan integrasi setting pada setting pada setiap lensa secara invidual membuka prospek baru dalam tweaking setting. Ini akan semakin memperkuat pandangan bahwa it’s all about glass !!

Sumber : JagatReview

Tuesday, September 24, 2013

Tips Trik Bikin Bokeh Creamy

By Fany putraa | At 5:49 AM | Label : | 0 Comments


Salah satu perbedaan utama antara indera mata dan lensa kamera anda adalah bahwa mata memiliki depth of field (DOF) hampir tanpa batas sementara lensa terbatas, ini membawa konsekuensi bahwa bidang fokus lensa tidaklah seluas mata. Dan fotografer terdahulu telah memutuskan untuk justru memanfaatkan kelemahan ini menjadi senjata. Lahirlah apa yang kemudian disebut bokeh.
Bokeh aslinya adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti ‘menjadi kabur’, jadi foto bokeh adalah karakteristik foto yang menonjolkan sebuah oyek utama yang fokusnya sangat tajam sementara latar belakang (dan atau depan) yang sangat kabur, atau dalam bahasa Inggris selective focusing. Dalam contoh foto cantik diatas (karya Sektor Dua), obyek utama muka model amatlah tajam, namun latarbelakang pintu menjadi tampak amat kabur (blur). Nah, sifat kabur inilah yang disebut bokeh. Bagaimana caranya supaya kita bisa menghasilkan foto bokeh yang seperti ini. Berikut yang bisa anda lakukan:
  1. Pilih mode manual atau Aperture Priority
  2. Pilih setting aperture sebesar mungkin.
  3. Lihat tulisan f/x di lensa anda, semakin kecil x, semakin besar aperture dan semakin sempit bidang fokusnya


  4. Pikirkan tentang faktor jarak, yakni jarak didepan dan dibelakang bidang obyek.
  5. Misalnya anda berdiri 1 meter didepan teman (jarak depan = 1 meter) dan anda menjatuhkan titik fokus lensa pada mukanya. Teman anda berdiri sekitar 10 meter dari background terdekat (jarak belakang = 10 meter), maka background ini akan terlihat sangat kabur. Intinya, semakin kecil jarak depan (jarak antara lensa dan obyek) dan semakin besar jarak belakang (jarak antara obyek dan background) semakin kabur backgorund anda.
  6. Banyak berlatih dan usahakan anda membeli lensa dengan kemampuan aperture sebesar mungkin.
Tip: Jika anda memang menyukai bokeh, lensa non-zoom dengan aperture super besar adalah cara tercepat mendapat bokeh (misal: 85mm f/1.8 & 50mm f/1.8, dua lensa ini adalah lensa super cepat dan super murah juga penghasil bokeh yang luar biasa)

Saturday, September 21, 2013

Tips Trik Foto LANDSCAPE

By Fany putraa | At 7:20 PM | Label : | 0 Comments

1. Pilih langit atau daratan?

Mari memilih. Mana yang lebih bagus? Langit? atau daratan?
Pilihlah keduanya, ambil setengah daratan dan setengah langit. Maka foto anda akan terkesan datar, mendua, walaupun mungkin saat itu langit menggelora.
Jangan serakah, tonjolkan kekuatan dan biarkan saja kelemahan.
Saat sunset atau sunrise langit memang akan sangat menggoda. Tetapi tetap ingatlah aturan klasik rule of third.
Sebagai rule of thumb, berikan bagian yang ingin ditonjolkan sebanyak 2/3 dari frame.
Tapi, ingatlah aturan ini tidak semerta-merta menjadikan foto anda bagus. Gunakan visi anda sendiri saat memotret. Sudah tahu aturannya? Kalo begitu sekarang waktunya untuk dilanggar :)

2. Cari ‘Titik Fokus’

Bukan, bukan lokasi tempat kita mengarahkan fokus pada lensa.
Tapi lebih ke titik dimana mata penikmat foto pertama kali akan tertuju, berhenti, baru kemudian menjelajah seisi area foto.
Tidak hanya foto landscape, menurut saya hampir segala jenis foto memerlukan hal ini, jika tidak maka foto di-skip aja deh hehe!
Focal point bukannlah POI ( point of interest ), tapi POI juga bisa menjadi focal point. Justru focal point yang akan menjadi titik awal untuk mengeksplorasi POI.

4. Jangan lupakan Foreground

Tidak kalah penting dengan background, foreground bisa menjadikan foto kita lebih berdimensi.
Ada sensasi kedalaman dari foto kita jika kita memilih memposisikan foreground dengan benar.
Seringkali foreground menjadi focal point dan POI dari foto landscape kita.

5. Gunakan Tripod

Barang yang satu ini memang dilema. Dibawa berat, ditinggal nanti menyesal.
Tapi lebih baik sedikit menambah beban, daripada menyesal pas sampai rumah.
Oh iya, gunakan juga cable release atau self timer bersama mirror lock up agar kamera benar-benar tidak goyang. (tanya mas google kalo gak tahu hehe)
Karena saat kita menekan shutter pun kamera bisa ikut sedikit berguncang.

6. Maksimalkan Depth of Field (DoF)

Foto landscape pada umumnya tajam dari ujung ke ujung.
Maka dari itu seringkali kita menggunakan aperture f/8 kebawah, bahkan seringkali f/22
Pergunakan prinsip hyperfocal distance untuk diafragma optimal yang tergantung kondisi. Agar tidak selalu di posisi minumum, karena pada posisi tersebut hasil foto akan cenderung soft.

7. Tangkap gerakan alam

Mungkin sebagian orang berfikir foto landscape adalah foto yang tenang, damai, kalem…
Tapi kita bisa menambahkan sedikit “drama” pada foto landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb.
Dalam menangkap gerakan seperti ini, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod.Jika kita berhasil menangkapnya, foto landscape kita akan terasa “otherworld” dengan mood yang sangat kuat.

8. Bekerja sama dengan cuaca

Cuaca tidak dapat kita prediksi. Kita cuma bisa menunggu waktu yang tepat untuk memotret.
Kebanyakan pemula berfikir foto landscape yang bagus adalah pada saat hari yang cerah.
Ini tidak sepenuhnya salah, disini sudah dijelaskan jenis – jenis fotografi landscape. Foto yang diambil saat hari cerah sudah biasa dan biasa dijadikan foto ‘kalender’ atau ‘postcard’.Jika kita ingin foto landscape yang sedikit berbeda, memotretlah pada saat cuaca yang tidak biasa.Misalnya saat terjadi badai, mendung, sehabis hujan, langit gelap dengan sedikit sinar matahari, dan kondisi “extrem” lainnya.Foto anda akan lebih berkarakter, karena kejadian yang anda foto barusan tidak akan terulang lagi… :D

9. Golden hour & Blue Hour

Cahaya dari samping akan menunjukan sebuah dimensi dan tekstur yang kuat untuk sebuah objek.
Dalam fotografi landscape, cahaya dari samping muncul saat pagi hari dan sore hari. Pada waktu ini, warna – warni terlihat sangat bagus dan landscape terlihat sangat hidup.Setelah golden hour (sore), jangan bereskan kamera dulu. Tunggulah setelah matahari terbenam. Sebelum gelap warna langit akan biru pekat, yang tidak kalah indah.

10. Garis dan bentuk

Bermainlah dengan komposisi. Garis dapat menjadi focal point yang sangat kuat karena membantu mata kita menelusuri foto landscape kita.Garis dapat memberikan kedalaman ruang yang luar biasa, perspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto anda dan jadikan itu kekuatan yang hebat!

13. Shoot in bad light

Terkadang memang kita kurang beruntung. Tapi, cobalah tetap memotret.Cuaca yang buruk terkadang memberikan mood yang berbeda. Juga foto kita menjadi lain dari yang lain.

11. Ganti perspective

Eksplorasi.Jangan hanya terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda, coba view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon.Biarkan imajinasi anda mengalir dan mencari view yang sesuai dengan visualisasi dan imajinasi anda.

12. Ambil detail dari landscape

Landscape tidak hanya wide-angle.Lensa apa saja bisa untuk motret landscape. Mulai dari fish-eye hingga super telephoto.

13. Gunakan Filter

Filter wajib yang seharusnya dipakai para landscaper adalah Gradual ND dan Polarizer.
Gradual ND untuk mengontrol exposure langit yang terlalu berlebih dibanding daratan. Bentuknya hitam di atas dan transparan dibawah.Sedangkan Polarizer berguna untuk menghilangkan refleksi cahaya matahari pada benda. Seperti pada bebatuan yang terkena air. Juga bisa membuat langit menjadi lebih biru.

14. Gunakan Teknik HDR (High dynamic range)

Jika penggunaan filter tidak memungkinkan, teknik HDR bisa digunakan.
Caranya adalah mengambil beberapa foto dengan range exposure berbeda, kemudian menggabungkannya.Bisa dengan manual blending atau menggunakan software seperti photomatix atau photoshop.Jangan terlalu lebay saat memproses foto HDR. Gunakan agar foto terlihat natural, bukan seperti kartun tiga dimensi.

15. Mari motret terus!

Kalau sudah membaca semua tips diatas, ayok keluarlah motret landscape.Tak ada hasil kalau tak mau mencoba :)

Wednesday, September 18, 2013

Lensa Prime Canon 35mm F1.4 L USM

By Fany putraa | At 8:30 AM | Label : | 0 Comments
Lensa EF 35mm f/1.4 L USM adalah lensa prime Canon yang baik dan sangat bagus.Ke-35mm L memiliki keanggotaan di kumpulan Canon L Lens - dan itu menunjukkan kualitas baik dan menjadi kelas profesional.Untuk lensa L, lensa ini relatif kecil - 3,1 "x 3,4" (79.0mm x 86.0mm) (dx) - dan cahaya - 20,5 oz (580g).
 













Lensa yang banyak digemari para fotografer ini mempunyai ketajaman yang sangat bagus.Di F 1.4 nya pun hasil tetap maksimal walaupun di bukaan yang besar.untuk anda yang mempunyai budget lebih,lensa ini dapat menjadi pendamping kamera anda.Harga lensa ini di banderol sekitar 9-10jt.

Sunday, September 15, 2013

Tips Foto Efek Starburst

By Fany putraa | At 12:22 AM | Label : | 1 Comments


Membuat sumber cahaya malam hari tampak berpendar seperti bintang membuat foto malam kita tampak lebih keren. Efek ini biasanya disebut efek starburst. Untuk membuat starburst, hal mendasar yang harus kita pahami adalah membuat bukaan lensa sekecil mungkin, artinya kita sebaiknya menggunakan angka aperture yang besar (f/11 s.d f/22) dan sebaiknya memanfaatkan lensa yang memiliki focal length lebih pendek.
Kenapa harus seperti itu? well, penjelasannya akan panjang. Singkatnya adalah secara fisika cahaya akan mengalami difraksi (penyebaran) saat melewati lubang sempit (hmm sempit…). Sifat penyebaran cahaya inilah yang membuat sumber cahaya (lampu, bulan, matahari) akan terlihat berpendar dan memiliki lidah, jumlah lidah akan bergantung pada jumlah bilah (blade) aperture dalam lensa anda, lihat spek lensa yang anda miliki, pasti akan ada tertulis “aperture blade”. Sementara untuk menjawab kenapa sebaiknya memilih angka f yang besar dan focal length yang lebih pendek

Kalau masih belum jelas, silahkan lihat gambar berikut ini:


Gambar diatas menunjukkan, semakin kecil bukaan (angka f semakin besar), lidah cahaya akan semakin maksimal. Sementara di angka f yang kecil, sumber cahaya tampak tanpa burst sama sekali.


Tips Foto Starburst Malam Hari:



  1. Gunakan Tripod – Memotret malam hari dengan angka f yang besar, misal foto diatas dengan f/18, membuat shutter speed akan sangat lama, bfoto diatas 25 detik kenapa?. Jadi pastikan anda memakai tripod agar hasil foto tidak seperti lukisan grafiti.
  2. Perhatikan setting kamera – Untuk jenis foto seperti ini, gunakan angka f yang besar: f/11 atau lebih besar. Set ISO di angka yang rendah, dibawah 400, karena kita akan memotret long exposure. Anda bisa menggunakan mode manual maupun aperture priority, yang jelas perhatikan angka metering kamera. Untuk pemotretan malam hari seperti ada kecenderungan hasil akan over exposure (terlalu terang), jadi pakai exposure compensation angkanya bervariasi tergantung dari lingkungan sekitar, coba pakai under 1 stop sebagai awal dan sesuaikan setelahnya.
  3. Setting Fokus – Dengan angka aperture besar, kita tidak akan terlalu pusing memikirkan fokus, namun kalau mau aman ambil titik fokus secara manual, atau set di infinity.
  4. Manfaatkan highlight alert kamera – anda tahu kan? itu lho peringatan bling-bling yang muncul di LCD saat kita memotret subyek yang terang.
  5. Mulai Memotret – dan jangan malas mengulang dan mengubah setting kalau hasilnya belum sesuai keinginan.
Oke selamat mencoba.

Monday, September 9, 2013

Pocket Baru Olympus FE-4030

By Fany putraa | At 6:59 PM | Label : | 1 Comments
Kamera Olympus FE-4030 - Kamera Olympus kini semakin berkembang dan menambahkan pasar di indonesia agar siap bersaing dengan merk seperti canon, nikon dan sony. Olympus FE-4030 merupakan kamera kompak pemula yang ideal bagi Anda untuk mengabadikan momen berharga yang tidak terlupakan, dengan harga yang terjangkau. Dibekali dengan resolusi 14 megapiksel, optical zoom 4 dan lensa wide angle 26 mm memastikan hasil yang optimal. Dengan tampilan exterior Double-Layered Crystal Shell  memberikan tampilan yang elegan dan cantik. Bidik momen di sekitar Anda dan tetap tampil gaya dengan Olympus FE-4030.





Olympus FE-4030 Foto lanskap, atraksi wisata, atau foto grup dengan jumlah orang yang banyak bisa dapat dilakukan lebih mudah berkat lensa wide-angle 26mm. Focal length 26mm memungkinkan Anda untuk menangkap area yang lebih luas dan mencakup lebih banyak objek walaupun dari jarak yang dekat.

Harga Kamera Olympus FE-4030 Terbaru RP 1.700.000
  • Ukuran (L x W x H cm)     9.25 x 5.55 x 2.16 cm
  • Berat (kg)     0.3 kg
  • Warna     Biru Muda
  • Tipe     Olympus FE 4030
  • Ukuran Layar (in)     2.7
  • Zoom Optik     4.0
  • Megapiksel     14.0
  • Fitur     Image Stabilization|Wide Angle
  • Garansi produk     1 Tahun Garansi Spare part, 2 Tahun Garansi Servis
  • Input     USB
  • Output     Composite Video|USB
  • Resolusi Layar     230k dots
  • Tipe Baterai     Li-Ion
  • Format Foto     JPEG
  • Ukuran File Foto     4288x3216
  • Format Video     AVI
  • Resolusi Video     640 x 480
  • Focal Length     26-105 mm
  • Image Stabilization     Ya
  • Range Aperture Lensa     F2.6-5.9
  • Zoom Digital     16x
  • ISO Range     64-1600
  • Range Shutter Speed     1/4-1/2000s
  • Built in Flash     Ya
  • Tipe Memory Card     SD/SDHC
  • Tipe Layar     LCD
  • Kapasitas Penyimpanan     46 MB




Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Kamera Digital - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz